Universitas Kadiri kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan kepedulian sosial melalui kegiatan Donor Darah Rutin. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata sivitas akademika dalam mendukung kebutuhan darah bagi masyarakat, khususnya bagi pasien yang membutuhkan transfusi dalam kondisi darurat maupun perawatan medis berkelanjutan.
Mengusung semangat “Setetes darahmu, sejuta harapan bagi sesama”, kegiatan ini menegaskan bahwa aksi kemanusiaan dapat dimulai dari langkah sederhana, namun memberikan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan orang lain.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan Donor Darah Rutin dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Selasa, 9 Juni 2026
Waktu: 08.30 WIB
Tempat: Aula Gedung B Universitas Kadiri
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti alur donor secara tertib, mulai dari registrasi, pemeriksaan kondisi kesehatan, pengecekan tekanan darah, hingga proses pengambilan darah oleh petugas yang berwenang. Kegiatan berlangsung dengan suasana tertib, aman, dan penuh semangat kepedulian.
S
Wujud Kepedulian Sivitas Akademika
Melalui kegiatan ini, sivitas akademika Universitas Kadiri kembali menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga ruang untuk membangun nilai kemanusiaan, solidaritas, dan empati sosial. Partisipasi para relawan menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.
Universitas Kadiri menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan yang telah meluangkan waktu, menjaga kesehatan, dan bersedia berbagi kebaikan melalui donor darah. Setiap tetes darah yang diberikan memiliki arti besar dan dapat menjadi harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.
1.png)
1.png)
1.png)
Menumbuhkan Budaya Berbagi
Donor darah bukan sekadar kegiatan sosial sesaat, melainkan bagian dari budaya berbagi yang perlu terus dipelihara. Dengan berpartisipasi dalam kegiatan donor darah, sivitas akademika turut berperan dalam memperkuat layanan kemanusiaan dan membantu ketersediaan stok darah bagi masyarakat.
Universitas Kadiri mengajak seluruh civitas akademika untuk terus mendukung kegiatan serupa pada kesempatan berikutnya. Sebab, setiap tetes darah yang diberikan bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga dapat menjadi “mukjizat” bagi keselamatan hidup orang lain.
3.png)
1.png)
3.png)